Haruskah berhenti bekerja sebagai wanita karir? Jawab dulu 8 pertanyaan ini

Sebagai wanita karir pertanyaan “Haruskah berhenti bekerja?” mungkin muncul dibenak anda ketika sedang berusaha menyeimbangkan antara kesibukan sebagai wanita karir dan kehidupan sebagai Ibu rumah tangga.

Mungkin saja pertimbangan ini muncul karena perubahan dalam hidup anda seperti hamil, melahirkan atau baru saja di karuniai anak kedua yang menuntut waktu lebih banyak mengurusi segala keperluannya di rumah.

Tapi bisakah anda benar-benar meninggalkan pekerjaan anda?

Berhenti bekerja bisa menjadi keputusan sulit karena hal tersebut dapat mempengaruhi kemanan finansial keluarga anda dan juga prospek karir anda di masa depan.

Jadi untuk membantu anda memutuskan apakah berhenti bekerja adalah hal yeng tepat, anda bisa mempertimbangkannya dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

1. Apakah tantangan yang berhubungan dengan pekerjaan membuat anda ingin keluar dari pekerjaan?

Bila anda merasa mengalami terlalu banyak tekanan di tempat kerja sementara di satu sisi anak anda mulai bermasalah di sekolah seperti enggan masuk sekolah, mungkin anda mulai berpikir seandainya bisa berhenti bekerja maka semua masalah ini bisa teratasi.

Tapi jika anda terlalu terburu-buru memutuskan untuk berhenti bekerja yang jelas akan menghilangkan sumber penghasilan anda sementara masalah mendasar belum tentu dapat diatasi.

Petakan permasalahan yang anda hadapi, nilai apakah sifatnya sementara atau berkelanjutan? Kemudian putuskan langkah yang akan diambil.


2. Apakah anda cukup siap untuk keluar dari pekerjaan anda?

Anda mungkin sudah sangat ingin untuk berhenti, tapi ingat kembali apakah anda memiliki tanggungan kredit rumah, cicilan mobil, atau kredit home theater yang belum lunas.

Periksa kembali tabungan anda atau dana darurat yang mungkin anda miliki dan bagaimana perencanaan keungan anda setelah berhenti bekerja.

Mungkin ada beberapa pengeluaran yang bisa di pangkas seperti biaya transport, biaya make-up, biaya makan siang serta baju stelan kerja.

Biaya hidup utama yang mungkin bisa sedikit di turunkan, seperti menjual mobil yang biasa digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari ketika bekerja atau merelakan home theater karena sudah jarang digunakan.

Opsi bekerja paruh waktu bisa dipertimbangkan ketika anda benar-benar ingin keluar dari pekerjaan. Dan ini bisa membantu mengurangi dampak penurunan penghasilan.

Kira-kira jenis pekerjaan apa yang bisa membantu tetap menghasilkan tapi tetap dirumah?


3. Bisakah anda hidup tanpa stelan Formal

Ketika anda memutuskan berhenti bekerja, anda tidak perlu lagi dandan formal dengan baju kantor stelan blazer dan perlengkapan lain seperti seperangkat peralatan make up bermerk, tas luis vuiton yang biasa anda gunakan saat meeting, aksesoris gelang, kalung, jam dan lainya.

Bisakah anda hidup tanpa menggunakan barang-barang tersebut ketika memutuskan berhenti bekerja.


4. Apakah anda bekerja untuk membayar Baby Sitter

Mungkin anda sedang dalam situasi dimana sangat menyukai pekerjaan anda tapi juga dilain pihak ternyata pendapatan anda banyak terkuras untuk membayar Baby Sitter dan jasa terkait perawatan anak anda, seperti les ini-les itu, kursus anu-kursus inu, dll.

Anggaran anda mungkin akan banyak terkuras saat memiliki anak-anak Balita karena anda perlu menganggarkan biaya penitipan anak, tapi ketika anak masuk usia Sekolah Dasar biaya ini mungkin akan sedikit lebih longgar.

Dari pertimbangan ini anda bisa melihat gambaran jangka panjangnya, anda bisa melakukan perhitungan bulanan seberapa lama pendapatan anda akan terkuras untuk membayar Baby Sitter atau jasa penitipan anak.

Jika anggaran ini hanya untuk beberapa tahun kedepan mungkin masih layak diperjuangkan, apalagi jika anda tinggal di daerah yang persaingan kerjanya cukup ketat dimana lapangan pekerjaan semakin sulit didapat.


5. Apakah ada kemungkinan bergabung kembali?

Mungkin anda sudah lama bergabung dalam sebuah perusahaan dan memiliki reputasi yang sangat baik. Atau anda memang memiliki skill dan kompetensi yang sangat memadai untuk kembali ke dunia kerja jika suatu saat menginginkannya.

Pertimbangkan opsi ini, jika memungkinkan tanyakan pada atasan anda apakah ada kesempatan untuk dapat bergabung kembali suatu saat kelak.

Jikapun tidak memungkinkan untuk kembali ke perusahaan yang akan anda tinggalkan, ukur kompetensi anda apakah jika kelak anda melamar kerja untuk kembali ke dunia kerja lagi, apakah bisa bersaing dengan para pencari kerja lain, baik yang fresh graduate maupun yang sudah berpengalaman.

Haruskah berhenti bekerja?

6. Apakah dampak finansial bagi keluarga ketika anda memutuskan untuk berhenti?

Saat anda bekerja membantu keuangan keluarga, mungkin saja secara finansial keluarga anda aman. Anda sekeluarga bisa mendapatkan banyak hal yang dibutuhkan dengan mudah.

Jika anda benar-benar yakin ingin berhenti dari pekerjaan, persiapkan rencana cadangan. Bangunlah tabungan anda untuk dana darurat di saat kebutuhan mendesak yang diluar perkiraan tiba-tiba muncul.

Kalkulasikan juga kondisi Finansial keluarga anda, apakah dalam kondisi sehat, apakah pembayaran rutin bulanan bisa tercover dengan baik.


7. Adakah pilihan lain selain berhenti bekerja?

Mungkin anda ingin berhenti bekerja hanya karena merasa jenuh dengan jam kerja yang terlalu padat.

Jika memungkinkan, mengurangi waktu yang anda habiskan di tempat kerja dapat mengurangi stress karena bisa menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan kehidupan kerja.

Jika tempat kerja anda menerapkan jam kerja 10 jam sehari, mungkin anda bisa mencari opsi pekerjaan lain yang hanya 8 jam sehari.

Meskipun gajinya mungkin sedikit lebih rendah tapi itu akan lebih baik dari-pada anda harus terus stress dengan aktifitas kerja selama 10 jam.


8. Apakah anda yakin untuk berada dirumah?

Kita semua memiliki impian untuk tinggal di rumah menemani aktifitas anak-anak, saat anda berangkat kerja mungkin anda akan melewati beberapa Ibu yang sedang asyik bercengkrama dengan anak-anak mereka dan anda berharap andapun bisa melakukannya.

Seberapa sering anda merasa kesulitan berpisah dengan mereka saat berangkat kerja, rasa bersalah dan cemas ketika membiarkannya jatuh kepelukan ke orang lain di tempat penitipan anak membuat rasa kurang nyaman.

Bekerja full sebagai Ibu Rumah Tangga tidak bisa dianggap remeh, kerja nyaris 24 jam sehari 7 hari seminggu, ini bisa sangat menantang dan melelahkan.

Tapi juga sangat menyenangkan melihat setiap detail perkembangan sang anak dari mulai tengkurap, merangkak, berjalan dan masih banyak lagi kelucuan yang sangat sayang untuk di lewatkan yang tidak akan terulang lagi kecuali jika anda berniat punya momongan lagi.


Bayi anda akan mulai sekolah di umur 5 tahun kemudian masuk Sekolah Dasar, dan semakin besar, anak anda pun mungkin akan jarang di rumah karena sibuk sekolah, Apalagi dengan program Full Day School yang di galakkan pemerintah.

Saat anak anda berada seharian di sekolah mungkin anda malah akan kesepian di rumah.

Anda bisa membuat perencanaan untuk tetap bertahan hingga anak anda sudah sibuk dengan aktifitas sekolahnya dan anda pun mulai bisa mencari pekerjaan lagi.

Jadi apakah anda akan berhenti bekerja untuk tetap dirumah atau meneruskan karir?

0 Response to "Haruskah berhenti bekerja sebagai wanita karir? Jawab dulu 8 pertanyaan ini"

Posting Komentar